Libur Natal

giphy-1

Hari Natal di Indonesia tetap berlangsung meriah. Sekitar 16,5 juta umat Kristiani dan 6,9 juta umat Katolik tersebar di seluruh nusantara memadati gereja-gereja yang ada untuk melaksanakan ibadah pada setiap Natal. Setiap tahunnya, Hari Natal diperingati pada tanggal 25 Desember, tepat di mana Yesus dilahirkan menurut Alkitab.

Penentuan Hari Natal mengacu pada sistem penanggalan Matahari yaitu berdasarkan waktu bumi mengelilingi matahari pada satu putaran penuh. Dengan begitu, dalamkalender Masehi Hari Natal selalu diperingati setiap tanggal 25 Desember.

Keterikatan Hari Natal dan pohon cemara

Menjelang 25 Desember, Anda tentu dapat dengan mudah menemukan pohon cemara yang dihias dengan dekorasi Natal. Pohon cemara ini pun disebut dengan pohon Natal karena hanya ada saat peringatan Hari Natal. Konon, peringatan hari lahirnya Yesus ini selalu berlangsung saat musim salju. Di musim itu, hampir seluruh pepohonan yang ada menggugurkan daunnya, kecuali pohon cemara. Itulah alasan mengapa pohon cemara selalu diartikan sebagai harapan dan kehidupan.

Hadirnya pohon cemara selama peringatan Hari Natal menjadi tradisi di pertengahan abad ke 19. Dari tahun ke tahun, masyarakat terbiasa menghias pohon cemara sebagai pelengkap Natal. Selain itu, perayaan menjadi lebih meriah dengan pemberian kartu ucapan dan kado. Pada masa kepemimpinan Victoria, peringatan Natal dirayakan oleh setiap keluarga dengan berbagai acara mulai dari makan bersama hingga saling bertukar kado.

Tradisi menyalakan lilin Natal

Sama seperti pohon cemara, lilin juga menjadi perlengkapan yang wajib ada saat perayaan Hari Natal. Tradisi menyalakan lilin berasal dari ‘Pesta Cahaya’ yang dilakukan oleh masyarakat Yahudi. Hal ini dilakukan untuk menandai hari kelahiran Yesus sebagai penerang dunia bagi seluruh umat. Menyalakan lilin Natal juga merupakan simbol yang dapat memberikan kehangatan.

Di abad pertengahan, menyalakan lilin Natal menjadi kebiasaan yang tak tertinggal untuk masyarakat Romawi. Selain di rumah, beberapa gereja juga menyalakan lilin berukuran besar sepanjang malam Kudus. Cahaya lilin Natal dipercaya sebagai simbol kelahiran Yesus yang merupakan pembuka makna di kehidupan manusia. Dengan demikian, menyalakan lilin Natal merupakan lambang spiritualitas, pengabdian, dan iman.

Perayaan Natal di Indonesia

Hari Natal di Indonesia dirayakan dengan cara yang berbeda-beda, namun tetap sarat akan nilai budaya. Di Yogyakarta, perayaan Natal dimeriahkan oleh pertunjukkan wayang dengan pastor dan pendeta yang jadi dalangnya. Mereka akan memimpin ibadah di gereja dengan menggunakan pakaian daerah seperti beskap dan blangkon. Kegiatan dilanjutkan dengan pertunjukan wayang kulit dengan tema cerita Kelahiran Yesus Kristus.

Di ujung timur Indonesia, Papua, Hari Natal juga berlangsung sangat meriah dengan tradisi membakar batu yang disebut dengan Barapen oleh masyarakat setempat. Batu yang dibakar tersebut nantinya akan digunakan sebagai tempat memasak daging babi. Diiringi dengan nyanyian rohani, tradisi Barapen ini merupakan cara masyarakat Papua merayakan kelahiran Yesus.

Hidangan khas Hari Natal di Indonesia

Selain memiliki tradisi unik, Hari Natal memiliki hidangan khas dalam perayaannya. Misalnya, masyarakat Manado selalu menyajikan menu berupa Ayam Rica-Rica berwarna merah yang dipercaya menyatu dengan dekorasi Natal. Meski masih berada di satu kawasan kepulauan Sulawesi, masyarakat Makassar justru menghidangkan Ayam Budu-Budu. Hidangan khas Hari Natal ini terdiri dari potongan ayam, air jeruk nipis, air asam jawa, jahe, dan daun bawang.

Tak hanya hidangan utama, ada pula kue Poporcis yang jadi hidangan penutup khas Natal di kota Ambon. Sepintas kue ini mirip pancake, tetapi terbuat dari labu kuning dan campuran terigu sebagai bahan utama. Di Tapanuli, kue khas Hari Natal yang selalu dibuat oleh penduduk setempat bernama Kue Lapet. Bahannya dari tepung beras dengan campuran kepala parut, dibungkus daun pisang dan dibentuk menyerupai piramida.

Mempersiapkan segala sesuatu untuk peringatan Hari Natal sebaiknya dilakukan secara matang. Terlebih bagi Anda yang merayakan dan tinggal jauh dari keluarga di kampung halaman. Sebaiknya, beli tiket perjalanan sejak jauh hari agar mendapat penawaran terbaik yang ramah kantong. Hindari untuk memesan tiket secara dadakan jika Anda tak ingin kehabisan.

Categories: Holidays, Sinar Tour Travel | Tags: , , | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: